Saya lahir di bolano kecamatan moutong pada hari selasa, 10 Oktober 1989, menurut Ibu, saya pernah di bawah ke Kota gorontalo, waktu masih bayi, dan kami kembali ke Bolano, dan menetap di bolano (bangkara). tidak begitu lama, bapak pindah ke bolano dako. jauh dari rumah nenek. saya pada saat itu sudah sekolah di SDN 1 bolano, (jalan Ke bajho) tinggal bersama nenek dan kakek tercinta, dengan di jenguk papa setiap minggu.berlangsung selama caturulan 1 pada saat itu, beranjak caturulan 2, akhirnya saya pindah ke sekolah (bolano dako) yang cukup lumayan jauh dari rumah, sebab rumah papa berada di dalam lorong kebun tempat papa bekerja. dengan berbagai pertimbangan karena di bolano dako sangat susah air untuk minum, dengan langkah awal papa pergi rantau lagi, tujuan ke desa maninili kecamatan tinombo, bertemu dengan bapak Laicang (ayah Pak Idris) di berilah tempat untuk tinggal di kebun waktu saat itu, denag beberapa tanah di olah dengan budidaya kakao, dengan perjanjian bagi 3. ibu bersama saya dan 2 adik-adikku kami di bolano dako, dengan mencoba untuk budidaya jagung, waktu saat itu saya sudah beranjak selesai Ujian caturulan 2, tiba-tiba papa datang dari desa maninili untuk memanggil untuk pindah ke tempat itu, dengan 1 trek mobil dan seluruh keluarga turut mengantarkan kami pada saat itu, ke desa maninili kec. tinombo. tinggallah kami di rumah pinjaman dari bapa Laicang, di kebun kakao. dan saya masuk di sekolah SDN 1 maninili, (depan Masjid) pada caturulan 1 kelas 1. baru saja beberapa bulan kami tinggal di tempat itu, kini mendapat musibah, rumah kebakaran. gak ada yang tersisah kecuali baju di badan waktu saat itu. dengan rasa penuh kesedihan segenap keluarga turut prihatin dan memberi bantuan berupa pakaian bekas dan beberpa barang-barang yang di butuhkan. mungkin ibu merasa putus asa saat itu, untuk kembali ke temapat dulu hidup bersama nenek dan kakek, ( bersambung )







0 comments:
Post a Comment